262 Seputar Kasus Kekerasan Si Terjadi Pada Selama dari 2023 Diantaranya Terlibat Ibu Kandung

Komisi Perlindungan Si Indonesia (KPAI) mengaku prihatin, dengan kasus mama muda berinisial R (22) di Tangerang Selatan yang mengerjakan konten kekerasan seksual dengan si kecil balitanya yang baru berusia empat tahun.

Komisioner KPAI Subklaster Si Korban Pornografi dan Cybercrime, Kawiyan menerangkan, kasus berhubungan bukan yang pertama. Pihaknya mencatat, sepanjang tahun 2023 ada 262 kasus kekerasan si kecil.

“Data KPAI menyebutkan ada 262 slot depo 10k kasus kepada si kecil, termasuk kekerasan di dalamnya kekerasan jasmaniah, psikis dan seksual,” kata Kawiyan di Polda Metro Jaya, Rabu (5/6/2024).

Kawiyan menambahkan, dari sempurna kasus tersebut, sebanyak 153 kasus di antaranya melibatkan ibu kandung sebagai pelakunya. Ia mengaku hal itu patut menjadi keprihatinan bersama.

“Sekitar 9,6 persen yang dijalankan oleh ayah kandungnya. Kemudian ada 153 kasus atau 6,1 persen dari keseluruhan kasus tindak kekerasan yang dijalankan oleh ibu kandungnya,” ujar dia.

Lakukan Pendampingan
Kawiyan menentukan, KPAI terus mengerjakan pendampingan kepada si kecil yang menjadi korban kekerasan. Tujuannya, agar menghilangkan stress berat dan mencegah mereka menjadi pelaku kezaliman di kemudian hari.

“Langkah-langkah tersebut patut dijalankan secara terprogram dengan dukungan segala pihak agar jangan sampai si kecil tersebut punya potensi mempunyai perilaku yang menyimpang,” harap dia.

Kawiyan berharap, segala pihak bisa berhati-hati berhubungan tindak pidana kekerasan kepada si kecil terlebih yang berhubungan dengan seksual. Ia meminta para orangtua bisa merawat tumbuh kembang sang si kecil dengan aman juga baik.

“Ini patut menjadi perhatian kita bahwa terbukti orang terdekat kita termasuk orang tua kita bukan sebagai pihak yang menjamin keamanan dari si kecil-si kecil. Kasus ini membuktikan bahwa orang tua bisa menjadi pelaku kekerasan termasuk di dalamnya kekerasan seksual kepada si kecilnya sendiri,” dia menandasi.