Sejarah Candi Prambanan dari Pembuatan hingga Jadi Situs Warisan Dunia

Candi prambanan merupakan komplek candi Hindu terbesar dan termegah yang ada di Idonesia. Lokasi dari desa Prambanan ini terletak di perbatasan dua wilayah, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Jika membicarakan mengenai sejarah dari Candi Prambanan, maka tidak akan jauh-jauh dari kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Medang yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8. Tetapi pusat kerajaan pindah ke Jawa Timur sekitar babd ke-10.

Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengira jika sejarah dari Candi Prambanan ini memiliki keterkaitan erat dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Di mana Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso untuk membangun 1000 candi sebelum ia menerima cintanya.

Tetapi ternyata itu hanya merupakan dongeng yang berkembang di masyarakat lokal. Lalu bagaimana memangnya sejarah dari Candi Prambanan? Berikut ini kami akan mengulas sejarah dari Candi Prambanan yang menarik untuk diketahui.

Sejarah Candi Prambanan

Sampai saat ini memang masih belum diketahui secara pasti siapakah sosok di balik beridirnya Candi Prambanan. Namun jika dilihat yang tertulis saat ini, Candi Prambanan sudah beridiri sejak tahun 778 caka atau 856 masehi.

Ditafsirkan bahwa prasasti di dalam siwagrha, ada tokoh yang bernama Raja Jatiningrat dari kerajaan Mataram Kuno. Para ahli menduga bahwa awal pembangunan candi dimulai di masa kepemimpinan Rakai Pikatan yang merupakan raja keenam Kerajaan Mataram Kuno yang berasal dari Wangsa Sanjaya.

Raja yang memerintah sejak tahun 840-865 masehi tersebut membangun candi besar dalam memperingati kemenangan Rakai Pikatan, yang kemudian dikaitkan dengan Candi Prambanan. Namun untuk penyempurnaan dan perluasannya, diyakini Raja Lokapala dan Sri Maharaja Dyah Balitung Maha Sambu lah yang meneruskannya.

Pembangunan dari Candi Prambanan sempat terbengkalai saat pusat kerajaan Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur sekitar pada abad ke-10. Gubernur Jenderal Inggris, Sir Thomas Stanford Raffles adalah sosok yang menemukan candi tersebut. Ia sempat memerintahkan untuk melakukan penyelidikan atas candi ini, tetapi tetap terbengkalai selama beberapa dekade.

Di tahun 19-02-1903, Theodoor van Erp yang merupakan seorang Belanda yang memimpin pemugaram Candi Prambanan. Pemugaran dilanjutkan pada 1918-1926 di bawah kepemimpinan P.J. Perquin. Untuk kali ini, pemugaran tersebut dilakukan lebih sistematis dan menurut pada kaidah arkeologi. Di tahun 1931, proses pemugaram kembali dilanjutkan oleh Ir. V.R. van Romondt.

Barulah pemugaran candi diberikan ke putra Indonesia dan terus berlanjut hingga 1993. Yang menjadi candi utama dalam pemugaran ini adlaah Candi Siwa yang selesai di tahun 1053. Banyak candi yang dicuri atau dipindahkan ke tempat lainnya.

Lalu di tahun 1991, Candi Prambanan ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO.