Diperiksa KPK, Putra SYL Kemal Redindo Serahkan Beroda Mewah Milik Ayahnya

Putra si kecil eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) Kemal Redindo diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (7/6/2024). Di dikala yang berbarengan, Kemal juga ikut serta menyerahkan seketika kendaraan beroda empat Toyota Vellfire milik ayahnya kepada penyidik.

Kuasa hukum Kemal, Djamaluddin Koedoeboen menjelaskan pemeriksaan Kemal berkaitan dengan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) SYL yang sudah diatur menjadi tersangka.

“Dalam kaitan dengan pemanggilan kepada beliau untuk dimintai keterangan. Mestinya minggu lalu, tetapi karena ada kedukaan, kemudian beliau juga ada urusan yang lain sehingga baru sempat hari ini,” kata Koedoeboen di gedung merah putih KPK, Jumat (7/6/2024).

Berkaitan dengan materi pemeriksaan, Koedoeboen mengaku belum mengenal secara pasti. Ia juga menjelaskan seputar pengembalian kendaraan beroda empat mewah itu ke KPK.

“Kita belum https://www.freshnytrees.com/ tahu jelasnya [pemeriksaan], tetapi yang pasti ke sini juga dalam rangka menyerahkan satu buah kendaraan beroda empat, kendaraan,” tutur ia.

Ia juga menegaskan, keluarga SYL bakal bersikap kooperatif untuk menyerahkan aset kepada penyidik.

“Intinya adalah bahwa keluarga dan kami juga penasihat hukum menunjang seluruh apa yang dihadapkan oleh KPK. Kali ini dalam rangka kita menggambarkan sekalian juga mau menampilkan bahwa keluarga firm, keluarga kooperatif, dan tidak mau menyulitkan, sehingga apa yang menjadi hak mereka adalah hak mereka. Bila yang bukan itu akan diserahkan kepada KPK,” imbuh Koedoeboen.

“Dan hari ini kendaraan beroda empat itu bentar lagi kita pastikan insyaallah akan kita serahkan kepada KPK,” sambung ia.

SYL Didakwa Berkaitan Kasus Gratifikasi
Sebelumnya, SYL sudah didakwa dalam kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan kepada ASN di Kementrian Pertanian (Kementan). Ia didakwa sudah melaksanakan pemerasan kepada si kecil buahnya sebesar Rp44,5 miliar selama jangka waktu 2020-2023 dan mendapatkan suap sebanyak Rp40 miliar seputar gratifikasi jabatan.

SYL disebut bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta, melaksanakan tindak pidana tersebut.

Selain itu, SYL juga tersandung kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang masih disidik oleh KPK.