Pergerakan Harga Bitcoin: Potensi Lanjutkan Kenaikan

Tercatat pada Jumat (17/5) pukul 12:00 WIB, Bitcoin (BTC) bergerak di angka USD 65.600, bertengger tepat di atas moving average 50-hari (MA-50).

\\\”Keadaan ini menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam posisi kuat untuk melanjutkan tren kenaikannya,\\\” kata Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

Menurutnya, seandainya Bitcoin mampu bertahan di atas USD65.000 atau MA-50, ada potensi untuk melanjutkan kenaikan sampai sekitar USD69.000. Tetapi, seandainya BTC gagal bertahan di atas MA-50, ada kemungkinan harga akan melemah ke USD62.500.

Oleh sebab itu, data aliran pasar mahjong ETF BTC spot AS dan obrolan Anggota FOMC perlu dipertimbangka. Disisi lain, indikator teknis juga menunjukkan sinyal positif. Indikator Stochastic sedang naik menujuarea overbought, menggambarkan tekanan beli yang tinggi.

Indikator Lainnya
Kecuali itu, histogram MACD menunjukkan momentum bullish, memperkuat prospek kenaikan lebih lanjut. Adapun tahapan support terdekat berada di USS 64.000, sementara resistance utama berada diD69.000.

Trader dan pemberi modal direkomendasikan untuk memantau tahapan-tahapan kunci harga Bitcoin ini sebagai tutorial dalam mengambil keputusan perdagangan,\\\” ujarnya.

Sebelumnya, harga Bitcoin melonjak hampir 8% dalam waktu 24 jam. Reli pasar kripto mencontoh lonjakan harga Bitcoin sejak kemarin. Lonjakan harga ini mencontoh data inflasi AS terupdate, yang mungkin telah meredakan sebagian kekhawatiran pemberi modal mengenai potensilangkah The Fed dalam kebijakan suku bunganya.

\\\”Mari kita lihat sekilas kemungkinan alasan yang memicu reli baru-baru ini di pasar kripto. Data CPI AS terupdate menunjukkan bahwa inflasi mereda pada bulan April, memberikan kelegaan bagi pemberi modal pasar kripto,\\\” jelasnya.

Berdasarkan data Departemen Daya Kerja, CPI AS naik 0,3% di bulan April, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,4%. Pada dikala yang sama, CPI Inti dari tahun ke tahun naik 3,6%, sejajar dengan perkiraan WallStreet dan lebih rendah dari 3,8% yang tercatat pada bulan sebelumnya. Data inflasi yang menurun ini, meski masih berada di atas kisaran target The Fed sebesar 2%, tetap memperkuat kepercayaan pemberi modal.

Data Ekonomi AS

Sementara itu, data PPI AS awal pekan ini telah memicu kekhawatiran atas sikap The Fed AS yang lebih hawkish. Tetapi, meski data PPI AS lebih panas dari perkiraan, data inflasi terupdate tampaknya memungkiri kekhawatiran para pelaku pasar, sebagaimana dibuktikan oleh reli baru-baru ini di pasar kripto.

Aliran masuk ETF Bitcoin juga mensupport optimisme pasar kripto. Data terupdate dari Farside Investors menunjukkan bahwa ETF Bitcoin Titik AS mencatat arus masuk sebesar USD303 juta pada hari Rabu (15/5).

Lanjutnya, GBTC Grayscale mencatat arus masuk sebesar USD27 juta, pertama kalinya sejak mencatat arus masuk sebesar USD3,9 juta pada tanggal 6 Mei.

Perlu dicatat bahwa ETF Bitcoin AS telah mencatat arus masuk sekitar USD470 juta dalam tiga hari pertama di pekan ini, mencerminkan kembalinya momentum instrumen investasi. Hal ini juga menunjukkanbahwa pelaku pasar mengalihkan konsentrasi mereka ke ruang aset digital,\\\” pungkasnya.