Vlogger Aljazair Dipenjara 2 Bulan Usai Bikin Konten Peluk Orang Secara Acak di Jalan

Seorang pria Aljazair baru-baru ini dihukum karena perilaku tak senonoh.

Atas perbuatannya, ia dijatuhi sanksi dua bulan penjara karena memeluk orang-orang secara acak di jalan untuk menyebarkan kedamaian dan hal positif.

Mohamed Ramzi, seorang vlogger berusia 30-an dari Aljazair, memicu kemarahan di negara asalnya berakhir mengunggah video TikTok yang terinspirasi oleh seorang vlogger Eropa populer yang menjadi tenar karena eksperimen sosial seperti memeluk orang-orang secara acak di jalan.

Hanya hal semacam itu yang tampaknya tak disukai di Aljazair, karena rekaman tersebut memicu kemarahan dan menuai kecaman dari masyarakat lazim, dikutip dari website Oddity Central, Kamis (6/6/2024).

Pun, permintaan maaf Mohamed tak dapat menghentikan tuduhan yang akan seketika dijatuhkan kepadanya.

Tahun lalu, pengadilan menentukan slot spaceman ia tak bersalah atas semua tuduhan.

Tapi kasusnya kemudian direferensikan ke Dewan Peradilan Aljazair setelah jaksa mengajukan banding atas keputusan tersebut, dan kali ini ia diucapkan bersalah.

Jaksa mendakwa Ramzi dengan perilaku tak senonoh untuk klip pelukan publiknya, dan dengan pertunjukan ketidaksenonohan untuk video lain yang menonjolkan dua gadis mengenakan rok pendek, salah satunya juga bertato.

Menurut keputusan Pengadilan, Mohamed Ramzi patut mendekam di penjara selama dua bulan dan juga membayar denda sebesar lima juta dinar (US$ 37.000).

Setelah videonya menimbulkan kegemparan besar di Aljazair, Mohamed Ramzi menyajikan permintaan maaf.

Dia mengungkapkan bahwa yang ingin ia lakukan hanyalah menyebarkan kedamaian dan cinta melalui videonya. Sayangnya, hal itu tak menenangkan para pengkritiknya ataupun para hakim.

Vlogger Hina Raja

Seorang Youtuber ternama asal Maroko dijatuhi sanksi penjara empat tahun, karena dianggap menghina raja di negaranya. Tidak cuma itu, ia juga didenda sekitar $4.000 (Rp 55,8 juta).

Mohamed Sekkaki ditangkap pada awal bulan ini setelah mengkritik ceramah Raja Mohammed VI dan karena menyebutnya sebagai keledai Maroko.

Dikutip dari BBC, ia berencana untuk mengajukan banding terhadap putusan yang diterimanya. Dia ditahan hingga 2 Januari, kata pengacaranya.

Prank Oreo Selai Pasta Gigi

Ada pula seorang pemilik akun di sebuah website berbagi video dijatuhi sanksi penjara 15 bulan dan denda € 20.000 (sekitar Rp 319.600.000) pada Jumat, 31 Mei 2019.

Pria berkewarganegaraan Spanyol itu memperoleh sanksi pengaruh memposting video daring di mana ia menipu seorang tunawisma untuk memakan kudapan manis kering dengan selai pasta gigi.

Menginfokannya Channel News Asia, Kanghua Ren yang juga diketahui sebagai ReSet, diucapkan bersalah karena melaksanakan pelanggaran terhadap integritas sopan santun setelah video prank Oreo-nya beredar dan memicu kemarahan publik.

Tapi, Ren kemungkinan tak akan menjalani sanksi penjara karena sanksi hingga dua tahun lazimnya ditangguhkan di Spanyol untuk pelanggar pertama kali dalam melanggar hukum tanpa kekerasan.

Ren juga diperintahkan untuk menutup akun berbagi videonya selama lima tahun namun pada Selasa, dua salurannya, yang masing-masing mempunyai lebih dari 1,2 juta dan 260.000 pengikut, masih berstatus aktif (online).